Sudah sebulan aku punya keluarga baru. Lebih tepatnya aku baru bergabung dengan temen2 di Keluarga Sasa. Apa itu Sasa?
Sasa itu salah satu merk penyedap masakan bukan?
Ga salah tuh mif.., bukannya kamu paling anti sama yang namanya vetsin atau penyedap masakan? Sampai2 Mas Penjual Capcay-nasi goreng yang deket kosan itu hafal kalo kamu beli di situ. “Mas pesen Capcay rebus satu, pedes, pake nasi ya, dibungkus..” belum selesai aku ngomong,
penjual Capcay menyahut “ga pake vetsin kan Mba..”.
Hehe, tanpa ku bilang, masnya udah hafal..
Biasanya klo kebanyakan makan vetsin, kepalaku pusing.
makanya aku lebih memilih untuk memesan makanan tanpa vetsin
Salah satu bentuk pencegahan dan untuk menjaga kesehatan.
Balik lagi ke Sasa ya..
Sasa adalah kepanjangan dari “Sahabat Siswa”, nama sebuah keluarga kecil yang mengelola pembinaan siswa-siswi di SMA Binatama.
Saat ini Personil Sasa terdiri dari 6 orang yaitu Pak Meizar(T.Elektro UGM’O3), Pak Afif Rakhman(Elins ‘03), Pak Wahid(P.Fisika UNY ‘03), Mba Tari (Psi UGM ‘03), Mba Isse(Qmia UGM’03), dan yang paling bungsu adalah Mifta.
2 minggu lalu masih ada satu orang personil lagi yaitu mba Liza, tapi karena ada amanah lain di Palembang beliau harus pergi meninggalkan Sasa.
Keluarga Sasa diberi kepercayaan oleh pihak sekolah, untuk mengisi kegiatan pembinaan siswa siswi SMA Binatama. Binatama adalah sebuah SMA swasta yang berada di jalan Monjali. Setiap hari Jumat pagi kami berkumpul temen2 binatama untuk bersama mengkaji keindahan Islam, selama kurang lebih 1 jam.
Ya, Aku sangat senang bisa bergabung bersama Keluarga Sasa. Aku bisa belajar banyak hal dari mereka, dan lebih bersemangat untuk lebih baik lagi. Aku berharap, semoga aku bisa melakukan yang terbaik bersama Sasa.
Hari hari bersama Sasa
Jumat 16 Februari 08
Pertemuan perdanaku dengan teman2 binatama. Pertama kali aku menginjakkan kaki di SMA Binatama, aku merasakan kesejukan. Aku teringat dengan SMA-ku dulu, temen2ku dan Guru2ku. Aku juga teringat dengan SMP Yapis Bogor, tempat dimana aku bercengkrama dengan adik2 SMP yang lucu dan bandel ketika aku bergabung bersama di Tim Jumen ILNA Yosen, 3 tahun yang lalu.
Kegiatan kami pagi itu, diawali dengan sholat Duha di Mushola, setelah itu baru dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelasnya. Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Aku kira, aku akan berhadapan dengan banyak siswi, ya mungkin sekitar 15-an orang (karena sebelumnya ada pemberitahuan bahwa aku akan memegang satu kelas). Ternyata setelah berkumpul, aku hanya menjumpai 4 orang. Ada Echa, Ika, Santi, dan Yanti. Aku sama sekali tidak kecewa. Akhirnya selama kurang lebih setengah jam kami terlarut dalam cerita, obrolan dan sharing ilmu tentang bagaimana mencintai Rasul.
Ternyata memang jumlah siswa di BinaTama lebih sedikit, dibandingkan dengan SMA lain yang rata2 jumlah siswa per kelasnya adalah 40 orang. Di BinaTama setiap kelasnya hanya terdiri dari belasan/20an siswa. Dan Sekolahan itu hanya punya 5 kelas(1 kelas 10, 2 kelas 11, dan 2 kelas 12).
Setelah acara dengan para siswa selesai, kami dipersilahkan untuk istirahat di Ruang Guru, sambil minum teh. Subhanallah meskipun baru sekali bertemu, aku merasa sudah sangat akrab dengan para guru di sana. Salah seorang guru bercerita tentang pengalaman masa lalunya sewaktu kuliah. Bagaimana mereka harus hidup prihatin sebagai anak kosan. Beliau berpesan untuk terus berusaha menjadi orang berhasil dan tidak mengecewakan orang tua.
Terima kasih bu Wis..
Terima kasih Ya Allah..
Hari ini aku mendapatkan sebuah pelajaran tentang kesederhanaan..
(to be continued.. )