Tahukah kau kawan tentang janji pohon pisang? Bahwa:
“Pohon pisang tidak akan pernah mati walau ditebas ribuan kali. Ia akan terus tumbuh, merekahkan daun-daun baru. Pohon pisang akan menumbuhkan pelepah daun barunya esok atau lusa.
Karena itulah janji pohon pisang, ia tidak akan pernah mati sebelum berbuah. Sekali pohon pisang itu telah berbuah, maka saat kau tebas batangnya, pohonnya akan mati dan akarnya akan layu.” (*)
Janji yang sungguh mulia “Memberikan sesuatu yang bermanfaat sebelum ia mati..”
Ya, inilah yang membedakan pohon pisang dengan jenis tanaman buah lainnya, yang kebanyakan masih bisa hidup bertahun-tahun dan menghasilkan buah berkali-kali.
Dengan waktu hidup yang singkat, pohon pisang memberikan banyak manfaat bagi manusia dari setiap bagian pohonnya.
Daun pisang dapat dimanfaatkan untuk pembungkus makanan dengan aroma yang khas, selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai payung darurat saat hujan turun. Bagian jantung pisang dan bunganya dapat dimasak menjadi sayur. Buahnya yang lezat dan bergizi enak dimakan langsung dan diolah menjadi berbagai macam hidangan, getah pisang dapat dimanfaatkan untuk shampo. Pelepah atau batang semu dapat digunakan sebagai bahan sayur, bahan pembuat mainan dan dianyam menjadi tikar. Batang aslinya dapat digunakan untuk obat dan akarnya dapat dirujak.
Sudahkah kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama seperti pohon pisang?
Sebelum nyawa sampai di tenggorokan, atau sebelum matahari terbit dari barat, masih ada waktu untuk berbuat, memberi manfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bagi sesama.
Let’s Keep Moving Forward..
Referensi: (*) Kisah Sang Penandai – Tere Liye, hal 256
Andai aku menjadi pohon pisang tulisan Ika Feni Setiyaningrum dalam buku Mengalir Bukan Air, LeutikaPrio
