Berjuang Menentang Maut, melawan angin puting beliung

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiun..

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali..”
Tak henti2nya lisan ini mengucap kalimat itu…
saat hujan lebat dan tiupan angin kencang… di sore hari jumat, 7 Nov 2008

hujan (gambar diambil dari plo-pptik)

Sungguh, ini akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan..
perjalanan menentang maut,, ditengah peristiwa angin puting beliung.

Hari itu, Jumat/ 7 Nov, sekitar pukul 14.45 aku hendak pergi ke kampus bersama seorang teman. Dari pagi sampai sore kami menyelesaikan tugas untuk presentasi besok pagi. Rencana berangkat ke kampus jam 13.00 terpaksa mundur karena tugas kami belum selesai, dan kami memutuskan untuk berangkat pukul 14.30. Ketika keluar kost-an, ternyata di luar gerimis, rintik2 kecil. Langit mendung disertai angin. Kami sempat ragu untuk berangkat. Tapi keraguan itu berhasil dikalahkan oleh tekad kuat untuk ke kampus menyerahkan tugas kami. Kata tmnku : “Biasanya, klo angin kaya gini, ga jadi hujan kok Mif. Jadi.. berangkat aja Yuk”.
Akhirnya kami pun berangkat, Meskipun cuma gerimis kecil aku memutuskan untuk memakai mantel(jas hujan).

Sebelum ke kampus kami hendak mampir sebentar ke kosan temenku itu, di blimbingsari, ganti baju. Sampai di Pogung Dalangan, gerimis reda. “Alhamdulillah ga jadi hujan..”, kataku senang. Tapi itu tak berlangsung lama. Sesampai di jalan dekat gedung pascasarjana UGM, hujan kembali turun dengan lebatnya. Kami nekat melanjutkan perjalanan karena di daerah tersebut tidak ada rumah/ atau tempat berteduh.
Beberapa meter setelah melewati Fakultas teknik, angin bertiup sangat kencang. Motor yang kami naiki oleng, karena mendapat tekanan angin dari arah kanan, hampir menabrak mobil di sebelah kiri kami. Rasanya seperti mau terbang.. Karena tak kuat menahan tiupan angin aku berhenti di pinggir jalan, tepat di depan FKU UGM dan RSUPD Sardjito. Minibus dan mobil yang lalu lalang di jalan itu juga berhenti.
Tak henti2nya lisan ini mengucap doa, memohon keselamatan. Begitu pula orang2 disekitar kami.

Read the rest of this entry »

be better

atas segalanya yang telah berlalu,, biarkan saja berlalu
ambillah hikmah dari masa lalu itu..
ya, pelajaran agar kau tidak mengulangi kesalahan yang sama

kecewa itu tak akan bisa mengembalikan semuanya.. yang telah lalu
tentang segala hal..
apapun itu..

Read the rest of this entry »

Lagi-lagi terjatuh di lubang yang sama.. :(

Kaget..kesel.. pingin marah..pingin nangis..
semua bercampur jadi satu..

Siang itu, sepulang dari Fisipol dan acara wisuda di GSP, aku hendak pergi ke rumah ke-tigaku,
Aku berjalan menuju ke parkiran Fisipol UGM untuk mengambil motor
Setelah siap memakai slayer dan menyalakan mesin motor,
temenku bertanya “Mif, Helm-mu mana??”

Aku baru sadar..bahwa helm-ku sudah raib..
Whua… helm-ku ilang lagi…. Helm-avatar kesayanganku..

Read the rest of this entry »

Kenangan tentang Kematian

Setiap kali aku melewati jalan itu dalam perjalanan pulang ke rumah, tepatnya di depan SMPN 1 Masaran (Jl. Raya Solo Sragen), aku teringat kembali peristiwa yang terjadi delapan bulan silam. Ya, di tempat itulah Sahabatku meninggal karena kecelakaan.
Bayangan akan peristiwa naas muncul dalam pikiranku, padahal aku tidak melihat lansung kecelakaan itu. Akupun membayangkan, bagaimana seandainya aku yang mengalaminya? Disepanjang perjalanan dengan mengendarai motor, tak henti-hentinya aku mengucap istighfar dan berdoa.
Ya, Allah… ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba..
Matikanlah hamba dalam keadaan khusnul khatimah.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali”.

Berita duka itu aku terima ditengah kesibukanku mempersiapkan UAS dan sidang Tugas akhir D3.
Tidak ada firasat sama sekali.

“Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kita Bambang Pamungkas tadi sore karena kecelakaan di Masaran dalam perjalanan pulang dari Solo-Sragen, Semoga Allah memberi Firdaus untuk Bambang. Amin”

Begitulah bunyi sms yang aku terima di hari Selasa Sore, 19 Juni 2007 tepatnya Pk 18.26 WIB, dari seorang Sahabatku di Yogya.
Sebuah berita duka di senja kala yang cukup membuatku kaget.

Untuk meyakinkan diriku atas berita itu, kupencet nomor HP salah seorang sahabatku di Solo yang Sefakultas dengan-nya(FMIPA UNS)
Dan.. berita duka itu memang benar adanya..

Allah..
Begitu cepat Engkau memanggilnya..
Aku tau Kau begitu mencintainya..

Bambang Pamungkas..
Seorang sahabat yang baik..
dia adalah seorang Aktifis yang sederhana
dia adalah seorang sahabat yang suka menolong, ramah, dan supel
dia adalah seorang ketua kelas yang tegas, bijaksana dan bertanggung jawab
dia adalah seorang murid yang rajin dan penuh semangat
Itulah sosok Bambang yang kami kenal

Aku tidak menyangka pertemuan ba’da Lebaran 1427 H,
ketika ta’ziyah meninggalnya Ayahnya Roni itu adalah pertemuan terakhir..
Aku masih teringat terakhir acara Silaturahim IPA1 setelah acara reuni SMA,
Kita berencana untuk mengadakan acara bakti Sosial di Panti Asuhan.. Lebaran 1428 H
Semoga kami (teman2 eks-P1), bisa melaksanakan rencana itu..
insyaAllah Ramadhan 1429H besok.

Aku masih ingat ketika kami sama-sama menjalankan amanah di OSIS, kegiatan Rohis, dan PII semasa SMA dulu.
Kenangan itu akan selalu menjadi penyemangat bagi kami.

Saat itu..
Kami yang berada di daerah rantau, sangat ingin datang takziyah.
Tapi karena beberapa kendala akhirnya kami tidak bisa datang,
Hanya Lantunan doa yang bisa kami berikan untuk mengantarkan kepergiannya.

Semoga Allah memaafkan segala kesalahan yang tlah ada
Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik diSisiNya,
Firdaus yang indah bertemankan bidadari Surga..

..

Jiwa2 suci telah merdeka
Terlukis senyum sebagai syuhada
Sungguh mewangi semerbak harumnya
Saat nyawa dan raga tlah terpisah

Raihlah syuhada..

Berjuta godaan dunia yang fana
Tak mampu runtuhkan keyakinannya
Meninggalkan kemewahan dan harta
Demi satu tujuan yang mulia

laailahailallah..

Harum menyapa menyentuh jiwa
Terisak menatap kepergiannya..
Lautan doa tiada hentinya..
Mengiringi jiwa-jiwa syuhada

(Lirik “Meraih Syuhada, IRA”)

Selamat Jalan Sahabat..
Kami akan senantiasa mengingat indahnya ukhuwah ini
di hati kami.

…………

kepergian seorang Sahabat, memberiku pelajaran untuk senantiasa mengingat kematian.

Rasulullah bersabda:
“Ingatlah kematian. Demi Zat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”(Al Jumu’ah : 8.)

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (Al Munaafiquun : 11)

Ya..
Mengingat kematian adalah salah satu sarana untuk mensucikan jiwa dan melembutkan hati.

Semoga aku bisa senantiasa mengingat kematian, tidak hanya ketika aku melewati jalan Sragen Solo tempat dimana sahabatku meninggal karena kecelakaan, melainkan.. mengingat kematian dalam setiap hembusan nafas dan setiap detik dalam hidupku.
amin.