Lagi-lagi terjatuh di lubang yang sama.. :(

Kaget..kesel.. pingin marah..pingin nangis..
semua bercampur jadi satu..

Siang itu, sepulang dari Fisipol dan acara wisuda di GSP, aku hendak pergi ke rumah ke-tigaku,
Aku berjalan menuju ke parkiran Fisipol UGM untuk mengambil motor
Setelah siap memakai slayer dan menyalakan mesin motor,
temenku bertanya “Mif, Helm-mu mana??”

Aku baru sadar..bahwa helm-ku sudah raib..
Whua… helm-ku ilang lagi…. Helm-avatar kesayanganku..

Read the rest of this entry »

Saat Musim Nikah tiba..

“Saat dua hati berjanji
mengarungi hidup…dijalan-Nya..
Allah kan berkahi mereka
kala dalam doa kala dalam asa.
menjadilah mentari bening pagi
terangi bumi terangi hati
menjadilah keheningan malam
kala berjuta insan larut dalam doa..

selamat datang kawan
di duniamu yang baru
kudoakan .. semoga bahagia..”

(Lirik lagu Ketika Dua Hati Menyatu, Seismic)

Alhamdulillah..
kemarin Allah memberikan kesempatan kepadaku untuk menghadiri acara walimatul Ursy temen Read the rest of this entry »

Posted in cerita. 6 Comments »

Story about my hijab..

Alhamdulillah.. akhirnya terlaksana juga untuk posting tulisan ini..Sebelumnya tidak ada ide sama sekali untuk menulis “Story about my hijab”. Gara2 dapet PR dari saudariku tercinta, jadi merasa dipaksa buat nulis..:D he2 becanda, Mifta ikhlas ko’.
Jazakillah khairan katsiran
mba Amel dan Ummu Ibrahim atas Tagnya, afwan baru sempet posting sekarang..(karena sedang ada amanah baru, menuntut ilmu sambil menjemput rizki). Hayah… ko jadi sok sibuk gini..

Ok, back to topic..

Sebenarnya klo ditanya kenapa pake jilbab? Bagi yang sudah faham hukum memakai jilbab pasti akan menjawab “karena pake jilbab itu wajib”..bukan karena alasan yang lain.

Hal yg mendorong kenapa aku memutuskan untuk pake hijab cukup sederhana, ya Read the rest of this entry »

Posted in cerita. 3 Comments »

Hujan dan wajah dari masa lalu..

Titik-titik hujan merangkai lukisan di kaca jendela…

Hujan senantiasa memberi inspirasi-inspirasi tak terduga.
Bisa dari harmonisasi titik-titiknya,
Semerbak harumnya tatkala bersatu dengan tanah,
juga dari perpaduan gerak tetes-tetesnya membentuk gambar lembut di mana-mana.
Bias-bias itu mewujud di kaca jendela; di tiap helai daun hijau di luar sana, dan di hati saya.
Yang di hati saya, entah mengapa, menghadirkan sekian episode masa lalu.
Berputar seperti film dokumenter. Begitu hidup. Begitu dekat. Seperti baru kemarin.

Titik-titik hujan melagukan tema masa lalu…

Bicara soal hujan, saya menyebutnya bicara soal takdir.
Seperti turunnya hujan ke bumi, menjadi penyubur dan penyejuk,
sekaligus menjadi bencana dan klausal penyakit, maka masa-masa yang kita lewati juga adalah kehendak-Nya.
Karena kehendak-Nya pula, momen-momen masa lalu saya sepertinya lekat dengan hujan.
Tadinya saya pikir, sayalah yang terlalu ’romantis’. Read the rest of this entry »

Hari-hari bersama Keluarga Sasa.. (part two)

Jumat 22 Februari 08
Acara Sasa hari ini berbeda dengan hari2 sebelumnya.
Kali ini Sasa mengadakan “Motivation training” untuk semua siswa siswi Binatama.
Ya.. sebuah acara yang cukup menarik..
Tujuan dari training ini adalah membantu temen2 untuk mengetahui “sebenernya, Siapa sih gue..?”, menyadari potensi luar biasa yang mereka miliki dan memotivasi mereka untuk menjadi seperti apa yang mereka cita2kan.

“Cita-cita kalian mau jadi apa?” tanya sang trainer.

“Pengusaha.., direktur Hotel.., Polwan.., Orang Sukses..” jawab teman2.

“ada yang punya cita2 lain..? tanya sang trainer lagi

“jadi Manten..” celetuk Bu Wis, salah satu Guru di Binatama.

spontan kami semua tertawa..

Subhanallah, dibalik kesederhanaan itu, mereka mempunyai sebuah cita2 besar.

Jumat 29 Februari 2008
Pagi ini Yogyakarta diguyur hujan. Memang sekarang lagi musim hujan.
Cuaca yang tidak bersahabat membuatku malas untuk keluar rumah. Nikmat sekali kalau pagi ini dipakai buat tidur, memakai selimut hangat.
Tapi aku harus pergi ke BinaTama, tak peduli dengan hujan..

Aku teringat dengan sms dari temenku di Jakarta yang aku terima ditengah rintik hujan.

“Jakarta hujan gerimis dan matahari tertutup cahaya.
Sehingga wajahnya tampak muram memancarkan kesedihan.
Aku berdoa semoga kau disana,
Allah tidak berikan wajahmu seperti matahari Jakarta sekarang,
sehingga kau bisa berikan senyuman terindah untuk dunia, karena banyak luka yang dunia alami sekarang, disekitarmu, atau belahan bumi nan jauh disana.”

Aku kembali bersemangat untuk berangkat.

Setengah jam kemudian aku telah sampai di Binatama.
Senang sekali hari ini bisa bertemu dengan mereka. Seperti biasanya, sebelum mulai kajian, kami sholat dhuha dulu. Selain aku, ada Mba Tari, Mba Isse, dan Pak Afif.

Hari ini jumlah siswa yang hadir lebih sedikit. Ya, aku cuma berhadapan dengan 2 orang. Ika dan Mira. Saat berada didepan mereka, aku menangkap wajah lesu, tak seperti biasanya. Akupun bertanya “ada masalah ya..?”. Salah satu dari mereka menjawab “males mba’, habis ini pelajarannya bahasa Indonesia, sekelas cuma dua orang lagi..yang masuk. Kan jadi ga semangat..buat sekolah “. Akupun tersenyum menghibur mereka “Ga usah sedih.. Kalian ini orang2 yang hebat.. Percayalah bahwa pengobanan kalian ga akan sia2.. Inget kan dengan cita2 kalian kemarin? Kalian harus berjuang.. ga boleh menyerah..!”
Akhirnya merekapun tersenyum, tak lagi sedih. Kamipun melanjutkan kajian membahas tentang akhlak terhadap Rasul.

Terima kasih yaAllah, hari ini kau pertemukan aku kembali dengan mereka..
Sekali lagi, aku kembali belajar dari mereka.
Belajar tentang semangat dan pengorbanan.
Ya.. jika kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha untuk mendapatkannya..
Sebuah kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya, jika kita hanya berdiam diri.
“..Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga  mereka yang merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar Ra’d 11).

Wallahu ‘alam.