Hujan dan wajah dari masa lalu..

Titik-titik hujan merangkai lukisan di kaca jendela…

Hujan senantiasa memberi inspirasi-inspirasi tak terduga.
Bisa dari harmonisasi titik-titiknya,
Semerbak harumnya tatkala bersatu dengan tanah,
juga dari perpaduan gerak tetes-tetesnya membentuk gambar lembut di mana-mana.
Bias-bias itu mewujud di kaca jendela; di tiap helai daun hijau di luar sana, dan di hati saya.
Yang di hati saya, entah mengapa, menghadirkan sekian episode masa lalu.
Berputar seperti film dokumenter. Begitu hidup. Begitu dekat. Seperti baru kemarin.

Titik-titik hujan melagukan tema masa lalu…

Bicara soal hujan, saya menyebutnya bicara soal takdir.
Seperti turunnya hujan ke bumi, menjadi penyubur dan penyejuk,
sekaligus menjadi bencana dan klausal penyakit, maka masa-masa yang kita lewati juga adalah kehendak-Nya.
Karena kehendak-Nya pula, momen-momen masa lalu saya sepertinya lekat dengan hujan.
Tadinya saya pikir, sayalah yang terlalu ’romantis’. Continue reading “Hujan dan wajah dari masa lalu..”

Advertisements

Hari-hari bersama Keluarga Sasa.. (part two)

Jumat 22 Februari 08
Acara Sasa hari ini berbeda dengan hari2 sebelumnya.
Kali ini Sasa mengadakan “Motivation training” untuk semua siswa siswi Binatama.
Ya.. sebuah acara yang cukup menarik..
Tujuan dari training ini adalah membantu temen2 untuk mengetahui “sebenernya, Siapa sih gue..?”, menyadari potensi luar biasa yang mereka miliki dan memotivasi mereka untuk menjadi seperti apa yang mereka cita2kan.

“Cita-cita kalian mau jadi apa?” tanya sang trainer.

“Pengusaha.., direktur Hotel.., Polwan.., Orang Sukses..” jawab teman2.

“ada yang punya cita2 lain..? tanya sang trainer lagi

“jadi Manten..” celetuk Bu Wis, salah satu Guru di Binatama.

spontan kami semua tertawa..

Subhanallah, dibalik kesederhanaan itu, mereka mempunyai sebuah cita2 besar.

Jumat 29 Februari 2008
Pagi ini Yogyakarta diguyur hujan. Memang sekarang lagi musim hujan.
Cuaca yang tidak bersahabat membuatku malas untuk keluar rumah. Nikmat sekali kalau pagi ini dipakai buat tidur, memakai selimut hangat.
Tapi aku harus pergi ke BinaTama, tak peduli dengan hujan..

Aku teringat dengan sms dari temenku di Jakarta yang aku terima ditengah rintik hujan.

“Jakarta hujan gerimis dan matahari tertutup cahaya.
Sehingga wajahnya tampak muram memancarkan kesedihan.
Aku berdoa semoga kau disana,
Allah tidak berikan wajahmu seperti matahari Jakarta sekarang,
sehingga kau bisa berikan senyuman terindah untuk dunia, karena banyak luka yang dunia alami sekarang, disekitarmu, atau belahan bumi nan jauh disana.”

Aku kembali bersemangat untuk berangkat.

Setengah jam kemudian aku telah sampai di Binatama.
Senang sekali hari ini bisa bertemu dengan mereka. Seperti biasanya, sebelum mulai kajian, kami sholat dhuha dulu. Selain aku, ada Mba Tari, Mba Isse, dan Pak Afif.

Hari ini jumlah siswa yang hadir lebih sedikit. Ya, aku cuma berhadapan dengan 2 orang. Ika dan Mira. Saat berada didepan mereka, aku menangkap wajah lesu, tak seperti biasanya. Akupun bertanya “ada masalah ya..?”. Salah satu dari mereka menjawab “males mba’, habis ini pelajarannya bahasa Indonesia, sekelas cuma dua orang lagi..yang masuk. Kan jadi ga semangat..buat sekolah “. Akupun tersenyum menghibur mereka “Ga usah sedih.. Kalian ini orang2 yang hebat.. Percayalah bahwa pengobanan kalian ga akan sia2.. Inget kan dengan cita2 kalian kemarin? Kalian harus berjuang.. ga boleh menyerah..!”
Akhirnya merekapun tersenyum, tak lagi sedih. Kamipun melanjutkan kajian membahas tentang akhlak terhadap Rasul.

Terima kasih yaAllah, hari ini kau pertemukan aku kembali dengan mereka..
Sekali lagi, aku kembali belajar dari mereka.
Belajar tentang semangat dan pengorbanan.
Ya.. jika kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha untuk mendapatkannya..
Sebuah kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya, jika kita hanya berdiam diri.
“..Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, sehingga  mereka yang merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar Ra’d 11).

Wallahu ‘alam.

Hari-hari bersama Keluarga Sasa.. (part one)

Sudah sebulan aku punya keluarga baru. Lebih tepatnya aku baru bergabung dengan temen2 di Keluarga Sasa. Apa itu Sasa?

Sasa itu salah satu merk penyedap masakan bukan?
Ga salah tuh mif.., bukannya kamu paling anti sama yang namanya vetsin atau penyedap masakan? Sampai2 Mas Penjual Capcay-nasi goreng yang deket kosan itu hafal kalo kamu beli di situ. “Mas pesen Capcay rebus satu, pedes, pake nasi ya, dibungkus..” belum selesai aku ngomong,
penjual Capcay menyahut “ga pake vetsin kan Mba..”.
Hehe, tanpa ku bilang, masnya udah hafal..

Biasanya klo kebanyakan makan vetsin, kepalaku pusing.
makanya aku lebih memilih untuk memesan makanan tanpa vetsin
Salah satu bentuk pencegahan dan untuk menjaga kesehatan.

Balik lagi ke Sasa ya.. 😉

Sasa adalah kepanjangan dari “Sahabat Siswa”, nama sebuah keluarga kecil yang mengelola pembinaan siswa-siswi di SMA Binatama.

Saat ini Personil Sasa terdiri dari 6 orang yaitu Pak Meizar(T.Elektro UGM’O3), Pak Afif Rakhman(Elins ’03), Pak Wahid(P.Fisika UNY ’03), Mba Tari (Psi UGM ’03), Mba Isse(Qmia UGM’03), dan yang paling bungsu adalah Mifta.
2 minggu lalu masih ada satu orang personil lagi yaitu mba Liza, tapi karena ada amanah lain di Palembang beliau harus pergi meninggalkan Sasa.

Keluarga Sasa diberi kepercayaan oleh pihak sekolah, untuk mengisi kegiatan pembinaan siswa siswi SMA Binatama. Binatama adalah sebuah SMA swasta yang berada di jalan Monjali. Setiap hari Jumat pagi kami berkumpul temen2 binatama untuk bersama mengkaji keindahan Islam, selama kurang lebih 1 jam.

Ya, Aku sangat senang bisa bergabung bersama Keluarga Sasa. Aku bisa belajar banyak hal dari mereka, dan lebih bersemangat untuk lebih baik lagi. Aku berharap, semoga aku bisa melakukan yang terbaik bersama Sasa.

Hari hari bersama Sasa


Jumat 16 Februari 08

Pertemuan perdanaku dengan teman2 binatama. Pertama kali aku menginjakkan kaki di SMA Binatama, aku merasakan kesejukan. Aku teringat dengan SMA-ku dulu, temen2ku dan Guru2ku. Aku juga teringat dengan SMP Yapis Bogor, tempat dimana aku bercengkrama dengan adik2 SMP yang lucu dan bandel ketika aku bergabung bersama di Tim Jumen ILNA Yosen, 3 tahun yang lalu.

Kegiatan kami pagi itu, diawali dengan sholat Duha di Mushola, setelah itu baru dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelasnya. Tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Aku kira, aku akan berhadapan dengan banyak siswi, ya mungkin sekitar 15-an orang (karena sebelumnya ada pemberitahuan bahwa aku akan memegang satu kelas). Ternyata setelah berkumpul, aku hanya menjumpai 4 orang. Ada Echa, Ika, Santi, dan Yanti. Aku sama sekali tidak kecewa. Akhirnya selama kurang lebih setengah jam kami terlarut dalam cerita, obrolan dan sharing ilmu tentang bagaimana mencintai Rasul.
Ternyata memang jumlah siswa di BinaTama lebih sedikit, dibandingkan dengan SMA lain yang rata2 jumlah siswa per kelasnya adalah 40 orang. Di BinaTama setiap kelasnya hanya terdiri dari belasan/20an siswa. Dan Sekolahan itu hanya punya 5 kelas(1 kelas 10, 2 kelas 11, dan 2 kelas 12).

Setelah acara dengan para siswa selesai, kami dipersilahkan untuk istirahat di Ruang Guru, sambil minum teh. Subhanallah meskipun baru sekali bertemu, aku merasa sudah sangat akrab dengan para guru di sana. Salah seorang guru bercerita tentang pengalaman masa lalunya sewaktu kuliah. Bagaimana mereka harus hidup prihatin sebagai anak kosan. Beliau berpesan untuk terus berusaha menjadi orang berhasil dan tidak mengecewakan orang tua.
Terima kasih bu Wis..
Terima kasih Ya Allah..

Hari ini aku mendapatkan sebuah pelajaran tentang kesederhanaan..

(to be continued.. )

Kaca yang Berdebu..

ia ibarat kaca yang berdebu..
jangan terlalu keras membersihkannya
nanti ia mudah retak dan pecah
ia ibarat kaca yang berdebu..
Jangan terlalu lembut membersihkannya
nanti ia mudah keruh dan ternoda
ia bagai permata keindahan
sentuhlah hatinya dengan kelembutan
ia sehalus sutera di awan
jagalah hatinya dengan kesabaran
lemah lembutlah kepadanya
namun jangan terlalu memanjakannya
tegurlah bila ia bersalah
namun janganlah lukai hatinya
bersabarlah menghadapinya
terimalah ia dengan keikhlasan..
karna ia kaca yang berdebu
semoga kau temukan dia bercahayakan iman*

Mataku berkaca2 setelah mendengar lagu ini..

Ya Rabb.. ampuni hambaMu yang penuh dengan kelemahan ini..
Maafkanlah hamba belum bisa menjadi seorang saudari yang baik..bagi saudari hamba yang lain.

Ketika berada di hadapannya..
Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa
padahal ingin..sekali aku memeluknya
memberi kekuatan kepadanya.
mengajaknya..untuk kembali berjalan bersama..
seperti dulu.

Aku akan terus mencoba,
dan memulainya dari apa yang aku bisa.

Ya..Rabb..
aku hanya mampu pasrah dan tawakal
aku mohon, lindungilah ia..
agar selalu berada dalam kebaikan dan hidayah-Mu
Sampaikanlah padanya meskipun cuma lewat mimpi
bahwa Aku sangat mencintainya..karenaMu.

( * lirik nasheed, tapi lupa siapa munsyid-nya)

Ada yang Datang, Ada yang Pergi

“Taubat itu wajib bagi seseorang,
tapi lebih wajib lagi baginya untuk meninggalkan dosa.
Perjalanan waktu ini sangat mengherankan,
tapi lebih mengherankan lagi kelalaian manusia terhadap waktu.
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit,
tapi hilangnya kesabaran lebih sulit lagi akibatnya.
Semua yang bisa dicapai itu terasa dekat,
tapi KEMATIAN lebih DEKAT dari semuanya.
Minta doanya untuk simbah saya, semoga diberi tempat terbaik disisiNya”
From : Fu’ah
23:18 28/02/08

Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Berita duka itu aku terima dari seorang sahabat, setelah sebelumnya aku menerima sebuah kabar gembira. Keponakanku sudah lahir.
Alhamdulillah..Kakak sepupuku telah melahirkan bayinya dengan selamat kemarin malem.

Sebuah peristiwa yang memberikan hikmah kepadaku, untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan bersabar atas musibah yang Allah berikan.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Qs.Al Mulk:2)

buat Fu’ah:
Semoga Allah melapangkan kuburnya,
mengampuni segala kesalahan, menerima segala amal kebaikannya, memberikan kesabaran dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Amin.

buat Ammah Sri:
Barakallah lak atas kelahiran anak pertamanya
semoga menjadi anak sholeh bagi keluarga dan umat. Amin

Tiba saatnya untuk berpisah..

“Suatu ketika dikala kita tak menemukan bintang
saat rembulan menyala dalam gelapnya malam,
jangan pernah berprasangka bahwa mereka tak berkawan.

Saat itu mereka sedang berbagi tugas,
Saling mengisi dan berbagi.
Begitu pula ukhuwah dan persahabatan,
Saudara seAqidah itu ibarat bintang,
Tak selalu terlihat tapi dia selalu ada”

SMS ini dikirim oleh sahabatku di Bogor, dulu.. ketika menjelang perpisahan

Kini aku harus kembali menghadapinya.

Sedih…memang ketika menghadapi sebuah perpisahan..
baik bagi orang yang pergi maupun bagi orang yang ditinggalkan..

Setiap kali perpisahan itu tiba, aku kembali merasakan kehilangan
Tapi.. aku segera tersadar..aku tidak boleh larut dalam kesedihan.

Dia menciptakan malam untuk menyejukkan siang,
Dia menciptakan lautan untuk membasahi daratan,
Dia menciptakan perpisahan untuk merindukan pertemuan.

Kenapa harus bersedih?
karena pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari skenarioNya..
Aku sangat bersyukur bisa mengenal dan belajar dari sahabatku semua.

Smoga rasa rindu itu slalu ada di relung hati.
sebagai pelengkap cinta kita pada Illahi

Teriring doa dan salam untuk saudara2ku:

1. Mb Tami dan mb Eka, Selamat berjuang!! never give up, Allah always besides U.
2. Ade2ku sayang (Ning dkk) keep istiqomah ya. Luv U cz Allah.
3. Temen2 seperjuangan di ISC & Al Ghifari. Teruslah berkarya membangun peradaban dan mencetak generasi harapan.
4. Tmn2 marwanis. Barakallah lakum buat mb indri, mb nina, mb cici yang sudah menggenapkan setengah dien dan mba diana yang telah menjadi Ibu. Kapan ya, peri kecil nyusul? Buat debby, mb dian, mb tatir, mb rian, yefi SELAMAT selamat berjuang mewujudkan cita2 kalian
5. Tmn2 inf dan kerja praktik di BPPT. Selamat dan sukses dengan karir masing2. Buat yang mw lanjut ke UGM, dtunggu kedatangannya..

6. Tmn2 yg kemaren baru wisuda: Mutia(S.Arab UI), mb devi(Gizi UGM), Mas Rahman(Kriminologi UI), ka’Angga(Kimia IPB), Mb Isse dan Mb Liza(Kimia UGM), Ka’Afif (Elins UGM) Barakallah lakum.. Selamat berjuang dengan amanah yang baru (menjemput rizki mewujudkan mimpi)
7. Fuah, sahabat2 SMAku, dan sahabat2 yang lain dimanapun berada. Doaku menyertai perjuangan kalian.
8. Uni dan temen2 di vila bunga ciomas, kapan qt reunian? Sebagai pengganti rihlah ke masjid kubah emas di depok yang ga jadi.. Mizz U all
9. Mb Fiki, aku seneng bisa mengenal mba yang selalu semangat. Semoga Allah senantiasa mRidhoi setiap langkah dan keputusan yang mb ambil.

Ma’annajah ya..