Belajar menjadi sederhana dan mulia

“Wah, senang ya.. punya teman dari keluarga pejabat no 1 di daerah..”
“Wow keren, ternyata dia anaknya guru besar di kampus favorit ini”
“Dia hebat ya, bisa kuliah di jurusan favorit institut terbaik di negeri ini. Sudah cerdas, jadi wirausahawan sukses pula”
“Betapa beruntungnya dia, menikah dengan anak pejabat di kampus besar itu..”

Itulah beberapa kalimat yang sering terdengar dari orang-orang disekitar kita, atau mungkin juga pernah terlintas dalam hati atau terucap dari lisan kita dalam menilai kesuksesan seseorang. Ya, sebuah penilaian yang didasarkan pada hal-hal “keduniawian” yang berupa keturunan, jabatan, harta benda, kekuasaan, kecerdasan, ataupun kecantikan fisik

Apakah penilaian yang diungkapkan dalam kalimat kekaguman seperti diatas adalah sesuatu yang salah? Continue reading “Belajar menjadi sederhana dan mulia”

10 Kiat menggapai kesuksesan dan kemuliaan

Alhamdulillah, kemarin diberi kesempatan ikut kajian jelajah hatinya Ust. Syatori Abdul Rauf di Darush Shalihat. izinkan saya berbagi dengan teman2 melalui catatan ini. Bismillah.. Semoga bermanfaat

“Tempat apakah yang sering anda rindukan?”

Kira-kira jawaban apa yang terbersit di pikiran kita, ketika ada yang bertanya demikian?  Continue reading “10 Kiat menggapai kesuksesan dan kemuliaan”

Hujan dan wajah dari masa lalu..

Titik-titik hujan merangkai lukisan di kaca jendela…

Hujan senantiasa memberi inspirasi-inspirasi tak terduga.
Bisa dari harmonisasi titik-titiknya,
Semerbak harumnya tatkala bersatu dengan tanah,
juga dari perpaduan gerak tetes-tetesnya membentuk gambar lembut di mana-mana.
Bias-bias itu mewujud di kaca jendela; di tiap helai daun hijau di luar sana, dan di hati saya.
Yang di hati saya, entah mengapa, menghadirkan sekian episode masa lalu.
Berputar seperti film dokumenter. Begitu hidup. Begitu dekat. Seperti baru kemarin.

Titik-titik hujan melagukan tema masa lalu…

Bicara soal hujan, saya menyebutnya bicara soal takdir.
Seperti turunnya hujan ke bumi, menjadi penyubur dan penyejuk,
sekaligus menjadi bencana dan klausal penyakit, maka masa-masa yang kita lewati juga adalah kehendak-Nya.
Karena kehendak-Nya pula, momen-momen masa lalu saya sepertinya lekat dengan hujan.
Tadinya saya pikir, sayalah yang terlalu ’romantis’. Continue reading “Hujan dan wajah dari masa lalu..”

Kaca yang Berdebu..

ia ibarat kaca yang berdebu..
jangan terlalu keras membersihkannya
nanti ia mudah retak dan pecah
ia ibarat kaca yang berdebu..
Jangan terlalu lembut membersihkannya
nanti ia mudah keruh dan ternoda
ia bagai permata keindahan
sentuhlah hatinya dengan kelembutan
ia sehalus sutera di awan
jagalah hatinya dengan kesabaran
lemah lembutlah kepadanya
namun jangan terlalu memanjakannya
tegurlah bila ia bersalah
namun janganlah lukai hatinya
bersabarlah menghadapinya
terimalah ia dengan keikhlasan..
karna ia kaca yang berdebu
semoga kau temukan dia bercahayakan iman*

Mataku berkaca2 setelah mendengar lagu ini..

Ya Rabb.. ampuni hambaMu yang penuh dengan kelemahan ini..
Maafkanlah hamba belum bisa menjadi seorang saudari yang baik..bagi saudari hamba yang lain.

Ketika berada di hadapannya..
Aku hanya bisa terdiam seribu bahasa
padahal ingin..sekali aku memeluknya
memberi kekuatan kepadanya.
mengajaknya..untuk kembali berjalan bersama..
seperti dulu.

Aku akan terus mencoba,
dan memulainya dari apa yang aku bisa.

Ya..Rabb..
aku hanya mampu pasrah dan tawakal
aku mohon, lindungilah ia..
agar selalu berada dalam kebaikan dan hidayah-Mu
Sampaikanlah padanya meskipun cuma lewat mimpi
bahwa Aku sangat mencintainya..karenaMu.

( * lirik nasheed, tapi lupa siapa munsyid-nya)

Ada yang Datang, Ada yang Pergi

“Taubat itu wajib bagi seseorang,
tapi lebih wajib lagi baginya untuk meninggalkan dosa.
Perjalanan waktu ini sangat mengherankan,
tapi lebih mengherankan lagi kelalaian manusia terhadap waktu.
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit,
tapi hilangnya kesabaran lebih sulit lagi akibatnya.
Semua yang bisa dicapai itu terasa dekat,
tapi KEMATIAN lebih DEKAT dari semuanya.
Minta doanya untuk simbah saya, semoga diberi tempat terbaik disisiNya”
From : Fu’ah
23:18 28/02/08

Innalillahi wainna ilaihi rajiun.
Berita duka itu aku terima dari seorang sahabat, setelah sebelumnya aku menerima sebuah kabar gembira. Keponakanku sudah lahir.
Alhamdulillah..Kakak sepupuku telah melahirkan bayinya dengan selamat kemarin malem.

Sebuah peristiwa yang memberikan hikmah kepadaku, untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan bersabar atas musibah yang Allah berikan.

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (Qs.Al Mulk:2)

buat Fu’ah:
Semoga Allah melapangkan kuburnya,
mengampuni segala kesalahan, menerima segala amal kebaikannya, memberikan kesabaran dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Amin.

buat Ammah Sri:
Barakallah lak atas kelahiran anak pertamanya
semoga menjadi anak sholeh bagi keluarga dan umat. Amin