“Wah, senang ya.. punya teman dari keluarga pejabat no 1 di daerah..”
“Wow keren, ternyata dia anaknya guru besar di kampus favorit ini”
“Dia hebat ya, bisa kuliah di jurusan favorit institut terbaik di negeri ini. Sudah cerdas, jadi wirausahawan sukses pula”
“Betapa beruntungnya dia, menikah dengan anak pejabat di kampus besar itu..”
Itulah beberapa kalimat yang sering terdengar dari orang-orang disekitar kita, atau mungkin juga pernah terlintas dalam hati atau terucap dari lisan kita dalam menilai kesuksesan seseorang. Ya, sebuah penilaian yang didasarkan pada hal-hal “keduniawian” yang berupa keturunan, jabatan, harta benda, kekuasaan, kecerdasan, ataupun kecantikan fisik
Apakah penilaian yang diungkapkan dalam kalimat kekaguman seperti diatas adalah sesuatu yang salah? Continue Reading »

